BangsaKu
|
Apa definisi Merdeka menurut mereka.
Merdeka itu bukan seperti yang ada di papua "warga berteriak menyampaikan kebobobrokan keadilan lalu militer bertindak", 1963 Irian Barat baru di bebaskan. bukan bangsa itu yang merdeka pada 17 agustus 1945. Jauh sebelum itu leluhur kami juga memperjuangkan kemerdekaan kami sendiri. lalu tidak ada kompromi teritorial kami kalian jadikan wilayah dari kekuasan bangsa yang tinggal menunggu waktu untuk terpecah belah dan meninggalkan "Bhineika Tungal Ika" tergores di lembaran-lembaran sejarah yang suatu saat nanti di kenang dan bernostalgia sambil berdongen tentang kita pernah bersama.
Baiklah, kami percaya semua tentang sejarah yang kalian buat lalu menceritakan ke kuping-kuping kami sejak kami kecil dulu, "sejarah hanya bisa di ciptakan oleh orang-orang yang menang".
Tapi ingat ada yang mulai kami nalar dari setiap jejak yang kalian manipulasikan, maka kami tingal menunggu waktu kapan kalian tidak lagi merekrut orang-orang kami yang kalian didik untuk tidak jadi pemikir tapi menjadikan mereka sebagai penindak dalam melancarkan pemikiran menidak kalian, lalu terlihat semacam drama "perang saudara".
Oh ia, tapi jangan kawatir bangsaku yang mulai skeptis dengan jargon nasi-onal-isme. kami akan hentikan semua itu kami akan berpikir lagi dengan ketidak puasan kesejahteran yang kami dapatkan dari kalian, mulai dari hal-hal yang sepele tentang bahasa yang di sebagian kalangan yang hidup dan di besarkan dalam kandungan ibu pertiwi tapi tidak menyadari bahkan merasa ragu dengan bahasa nasional kita hingga yang paling besarnya masalah HAM yang tidak pernah tuntas semua itu di perparah lagi dengan pergantian nama besar dari pulau kami, yang sebelumnya berawalan " I dan B " menjadi " P ", di mana menurut kami dengan pergantian itu sebenarnya makin memperkuat stereotip yang ada dalam nama yang di awali dengan P itu sendiri (bisa di lihat siapa pencetus nama berawalan P dan nilai apa yang terkandung di dalamnya).
Tapi jempol kami berikan ke kalian begitu hebatnya kalian merubah menset kami, kalian buat kami merasa ketergantungan dengan pangan lokal yang kalian canangkan, kami hanya punya sagu dan umbi-umbian. kami tak bisa bercocok tanam di sawah, toh. kalau bisa kontur tanah kami itu tidak bisa di tumbuhi kalaupun kalian mau lakukan itu kalain harus memanipulasikan lagi tanahnya.
Hari ini dan bahkan beberapa tahun terakhir jika kalangan mudah dari kita yang cobah meneriaki tentang isu pemisahan maka akan di hentikan oleh orang tua mereka yang kurang lebih 40 tahunan yang sudah terlanjur tumbuh dengan hasutang kalian dengan dalih "pangan lokal", hambatan pemikiran yang telah kokoh terbangun sehingga susua untuk membongkarnya "mungkin kita perlu mengadakan pemusnahan kalangan tua seperti yang di adakan di hiroshima dan nagasaki untuk bangkit dan jaya seperti sekarang".
Sudahlah kalau kalian tak mampu lagi mari kita berpencar, lalu bertemu dalam bentuk yang berbeda sembari bernostalgia tentang "kebhinekaan kita yang pernah ada".
"SEJARAH HANYA BISA DI CIPTAKAN OLEH ORANG-ORANG YANG MENANG"
Komentar
Posting Komentar