Mengenal dialek Papua
Hal yang perlu saya bicarakan disini adalah mengenai dialek Papua yang sangat khas. Masyarakat adat Papua seolah tidak mengenal kata "Aku" di dalam bahasa mereka. Hanya ada kata "saya" untuk menyebut orang pertama di dalam seluruh level dialog, baik dengan kawan yang sangat dekat maupun dengan orang yang dihormati. Kata "saya" biasanya di singkat menjadi "sa", dan kata "kau" di singkat menjadi "ko".
Selain itu dialek masyarakat adat Papua menggunakan pola terbalik, Misalnya mengucapkan "Matanya cantik" menjadi "Dia pu mata itu cantik". Bentuk terikat "nya", pronomina dan benda yang menyatakan milik, seolah tidak dikenal di sana. selain itu partikel penegas "kah" bagi masyarakat papua memiliki berbagai macam fungsi atau makna. Di antaranya berfunsi seperti kata "dong", kata yang dipakai di belakang kata atau kalimat untuk pemanis. Contohnya, "Bagi makanannya dong" menjadi "bagi makananya kah". Biasanya kalimat seperti itu diucapkan dengan intonasi sayang sangat lembut. Partikel penegas "kah" juga memiliki makna "atau". Contohnya. "Kau memilih hitam atau putih?" menjadi "Kau pilih hitam kah putih?".
Ciri khas lainya ialah ketika mengunakan kata kerja. Mereka tidak menambahkan awalan "me" untuk membentuk kata kerja, tapi mengucapkan kata sasarnya. Misalnya, "memilih" diucapkan "pilih".
Jadi dengan bahasa dan ciri khas yang ada dalam dialek mereka kita bisa tahu dari mana mereka berasal, seperti yang kita ketahui juga di Papua sendiri merupakan daerah dengan suku dan bahasa terbanyak di Indonesia yaitu sekitar 275 bahasa. maka kita bisa berkesimpulan kalau di papua ada bahasa suku dan bahasa budaya.

Komentar
Posting Komentar