Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Ketakutan pada diri sendiri setelah kita tahu siapa kita

Gambar
Sebelum kita mulai saya mengajak semuanya untuk sepakat bahwa yang memicu ketakutan adalah "hormon adrenalin". sebelum kita melangkah lebih jauh marih kita kenali dulu sedikit tentang hormon adrenalin, pemikiran kita yang menciptakan perintah pada otak dan otaklah yang meutusan sesuatu itu merupakan ancaman bagi kita dan pada akhirnya memicu pada jantung dan mendorong hormon ini akhirnya kita merasa takut. Sejak kecil ketakutan kita adalah lingkungan sekitar kita, misalnya orang-orang terdekat dengan kita entah itu ayah, ibu, kaka atau siapa saja yang usianya lebih tua dari kita bahkan teradang mereka bertindak sebagai hantu untuk kita. momen ini mereka gunakan sebagai alat pengendali bagi kita yang tingkahnya masi arogan dan tidak bisa di kendali. tapi seiring berjalannya waktu kita mullai tumbuh besar dan telah mempelajari berbagai macam hal maka ketakutan kita berbalik dari yang tadinya takut terhadap lingkungan menjadi takut terhadap diri sendiri, ia kita takut terhadap ...

Mengenal dialek Papua

Gambar
H al yang perlu saya bicarakan disini adalah mengenai dialek Papua yang sangat khas. Masyarakat adat Papua seolah tidak mengenal kata "Aku" di dalam bahasa mereka. Hanya ada kata "saya" untuk menyebut orang pertama di dalam seluruh level dialog, baik dengan kawan yang sangat dekat maupun dengan orang yang dihormati. Kata "saya" biasanya di singkat menjadi "sa", dan kata "kau" di singkat menjadi "ko". Selain itu dialek masyarakat adat Papua menggunakan pola terbalik, Misalnya mengucapkan "Matanya cantik" menjadi "Dia pu mata itu cantik". Bentuk terikat "nya", pronomina dan benda yang menyatakan milik, seolah tidak dikenal di sana. selain itu partikel penegas "kah" bagi masyarakat papua memiliki berbagai macam fungsi atau makna. Di antaranya berfunsi seperti kata "dong", kata yang dipakai di belakang kata atau kalimat untuk pemanis. Contohnya, "Bagi makanannya d...

AKU TIDAK TAHU APA-APA

Gambar
Saat Dimana Aku Tidak Tahu Apa-apa  Disaat itulah aku berupaya untuk belajar berbagai macam hal, saat aku belum banyak mengenal orang-orang disaat itulah aku berupaya untu tahu dan kenal banyak orang, disaat aku tidak kenal dunia ini aku belajar dari berbagai kejadian alam untuk kenal dunia dan gejalahnya. Tapi seiring berjalannya waktu dan kini aku telah tahu tentang semua yang tadinya aku tidak tahu-menahu tantang semua itu kini aku sekarang berada pada satu kesimpulan bahwa semua itu membuat aku lelah dan pingin menghapus semua ini seperti yang dulu lagi dimana pada saat sebelumnya. Imajinasiku melambung tinggi melampaui batas-batas untuk berpikir tantang semua itu dan kalau ada yang bisa mengembalikan waktu aku ingin menjadi pembantunya atau hamba sahaya sekalipun baginya asal waktuku dia bisa mengembalikan seperti sedia kala agar aku tidak terbebani. Ini bukanlah bentuk kepasrahan hanya saja harapan lain yang coba aku hadirkan dalam hidupp ini meskipun itu tidaklah mungkin...