Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016
Gambar
DIKSI DALAM BAHASA JURNALISTIK Matakuliah : Penulisan Berita II Dosen Pengampu : Dewi Sukartik, M.Sc Disusun Oleh: MAULUDIN WAMOI NIM. 11443106447 JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 201 6 B. DIKSI DALAM BAHASA JURNALISTIK Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya ) untuk mengungkapkan gagasan sehingga di peroleh efek tertu (seperti yang di harapkan) [1] Diksi adalah pilihan kata, seorang penulis atau seorang jurnalis harus pandai memilih kata untuk memberikan tekanan pada makna yang ingin di sampaikannya. Kepiawaian milih kata bukan karena perbendaharaan atau kosa kata yang benyak dan variatif, melainkan juga ia memang terbiasa menulis. Sebagai proses kreatif, keterampilan menulis hanya mungkin dicapai melalui proses berlatih yang terus-menerus tidak sekali jadi. Menurut pakar bahasa dari UI, Gorys Keraf, pilihan kata tidak hanya pemper...
Gambar
Dari kesendirian aku belajar banyak hal, mulai dari ketidak nyamanan, kebosanan sampai pada tingkat dewanya yaitu terkadang aku harus terlihat sedikti lebih gila. tapi suda tentu aku tidak menggila dalam hal yang tidak di sukai oleh norma yang berlaku di lingkungan di mana tempat aku berada. Logika selalu menjadi tameng terdepan dalam setiap pergerakanku, mawas diri dan rendahh hati menjadi balutanya agar tidak ada yang tersakiti oleh tutur dan tingkahku. Kesendirian juga memupuk diriku dengan rasa rindu kepada seluru mahluk bumi. Manusia macam apa aku jika terus berlama-lama sendiri, sekarang aku sadar langkahku akan menuntunku untuk bertemu dengan semua mahluk bumi, sebab dari mereka inspirasi dan ide terbangun dari tidur panjangnya. aku bisa berkarya, berkreasi dan menciptakan sesuatu, itu semua berkat mereka. Kodratnya manusia, salah satunya yaitu mempunya rasa benci tetapi tidak bisa kita pergunakan kebencian itu dan meletakanya pada apa saja yang mungkin tidak sempat kita p...
| Mungkin kalian harus melihat lagi dengan kacamata orang lain tentang diri kalian kawan, tentang bagaimana negara mau merekrut kalian menjadi bagian dari manusia-manusia yang bertugas melindungi negara ini atau setidaknya daerah kalian sendiri. Kenapa saya sarankan demikian, soalnya jika memang itu di ukur secara prosedural yang di tetapkan maka kalian itu tidak mungkin kawan, (Kenapa..?). Karena dulu saya sering menemani kalian untuk membuat onar di lingkungan sekitar dan bahkan menemani kalian mabuk-mabukan. Ada baiknya mungkin kalian ini dididik untuk menjadi seorang pemikir ketimbang seorang penegak peraturan. Atau jangan-jangan kalian dididik untuk menindas masyarakatmu sendiri yang harusnya kalian lindungin, ketimbang menjaga harta kapitalis yang memberikan kalian kemewahan harta lalu kalian melanggar sumpah jabatan kalian yang akan di mintai pertanggung jawabanya kelak. Kawan. jika kita berbicara keadilan maka tidak akan perna kita menemukan hasil yang maksimal (ke...