Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Dari Kampung Saya Bermimpi

Gambar
Saya mulai bermimpi sejak saya bisa merenung dan berhayal, haruskah seorang anak kampung untuk bermimpi. Saya rasa akan ada baiknya jika saya mengajak kawan-kawan mengenali kampung saya dulu sebelum kita mengambil keputusan boleh atau tidak seorang anak kampung bermimpi karena dari kampung pola pikir saya mulai terbentuk tentang indahnya dunia. Kampung saya berada di bagian selatan papua, kampung ini sangat spesial bagi saya di mana di antara sisi-sisi kampung itu seperti di apit jadi bolehlah saya mengatakannya dengan kampung yang di apit antra dua bukit bebatuan koral dan juga dua samudra, taburan pasir putih dan beningnya air membuat saya anak kampung yang di manjakan. (Makannya jangan heran kalau saya hitam... hehehheh becanda), jangan serius dulu dong santai masi akan terus ada cerita lain yang menarik lagi nee.. Jika di bagian timur ada bibir pantai, maka bagian barat pun ada pantai yah namanya juga di apit sama air laut, namun dari kedua pantai mempunya perbedaan dal...

Freedom in everything

Gambar
Sebenarnya tidak ada satu pun manusia waras di dunia yang membutuhkan liberalisme. semua manusia secara wajar membutuhkan aturan, pedoman, panduan, hukum, manajemen, sistem tata-kelola. Disebut bangsa beradab, karena memegang suatu tata nilai dan hukum; disebut biadab jika tidak memegang tata nilai, selain slogan hutan rimba, "siapa kuat dia yang berkuasa". Liberalisme adalah pola kehidupan bebas yang menafikan aturan-aturan hidup yang berkeadikan. Disana tidak perlu ada hukum, jati diri, batas-batas, perlindungan, rasa keadilan, kepentingan bersama, dan lain-lain. Semua disebut bebas saja, freedom in everything. Jika ada hukum, maka ia dibuat adalah untuk kelangsungan kebebasan itu sendiri.   Sistem liberalisme sangat rentang dengan eksploitasi. Disana pihak yang kuat akan mendominasi kehidupan; orang kaya akan memakan hal-hak orang miskin; kaum elit akan menginjak-injak nasip rakyat kecil;  orang-orang pintar dan melek informasi, akan membodoh-bodohi orang awam. ...

Didikan yang salah

| Ini ceritaku. Sepuluh sampai lima belas tahun yang lalu saya tumbuh dan di besarkan dengan sebuah bayang-banyang doktrin yang entah berantah asalnya dari mana dan hingga hari ini saya masi mengalami semacam pendangkalan pemahaman dalam memahami makna apa yang tersirat di balik dokrin itu. Tetapi pada akhirnya saya mulai berani mengambil kesimpulan bahwa ini adalah kesalahan dari doktrin itu sendiri sehingga saya sulit untuk memahaminya. Kalimat doktrinya (kalau tidak salah berarti benar) seperti ini : KALAU TIDAK SEKOLAH MAU JADI APA..? Dengan wawasan yang sekarang saya miliki, Saya sangat menyesal kerena lima belas tahun lamanya saya hidup dengan doktrin yang mempunya nilai sesempit itu, di tambah lagi lingkungan pendidikan pada saat itu yang hanya memberikan gambaran bahwa sekolah itu hanya sebatas pada orientasi bangunan fisik semata, pada akhirnya saya memasuki bangunan itu sekacara terus menerus tanpa harus banya mempelajari berbagai macam hal. Ketakutan te...

Kayanya Bahasaku.

Gambar
Foto : Harian Papua Ada yang tahu bahasa indonesia yang jika hanya berupa kata maka mempunya arti yang berbeda jika di jadikan sebuah kalimat. Ex : Dalam bahasa suku Irarutu di Kaimana Papua Barat.  a. ia=ora, mis( ora La uru'u roa= ia saya suda tahu). b. ayam= ora, mis( ora ina se'fo= ayam ini punya siapa?). Bisa di bayangkan jika satu suku dari setiap kabupatan saja suda mempunya bahasanya sendiri, sedangkan dari setiap kabupaten di papua itu memiliki kurang lebih 5-10 suku maka tidak heran jika bahasa suku terbanyak ada di papua. Jadi saya sendiri lebih senang menyebut atau dengan kata lain memperkenalkan papua untuk teman-teman mahasiswa di luar papua, jika mereka bertaya papua menggunakan bahasa apa, atau kadang ada saja pertanyaan yang sangat lucu mereka lontarkan misalnya "papua bisa bahasa indonesia ka..?". Maka dengan sombongnya (bolehlah sombong dikit) sebagai mahasiswa yang lahir,tumbuh dan besar di lingkungan masyarakat yang kaya akan ...
Gambar
| Ngaur-Ngidul. Foto : Mauludin wamoi "CITA-CITA SAYA MENJADI IKAN" Saya perkenalkan kedua teman saya, si gendut yang biasa saya sapa dengan sapa'an Emelia sedangkan yang kecil biasa saya sapa dengan panggilan Qiqi. berhubung kedua nama itu jika di sapa sekaligus akan terdengar lebih indah maka saya sering menyapanya dengan memulai dari yang terkecil, jadinya Qiqi Emelia. Mantapkan namanya, eett... jangan di tanya kenapa harus diberi nama itu ya..? (silakan kepo sendiri). Sudalah jangan di pikirin, "entar saya tanya dulu mau tahu tidak cerita selanjutnya". kedua teman saya yang di sebutin namanya di atas itu sebenarnya bukan manusia tapi kedua mahluk kecil yang senantiasa setia menemani kesendirianku. Kawan-kawan pasti tahu kalau mahluk yang paling setia selain daripada iblis yang setia menggoda sampai hari kiamat ada yang lain lagi yaitu ikan yang di masukan ke aquarium, nah itulah kedua teman saya,"ya ialah mau kemana lagi wong lingkung...